Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Thursday, October 28, 2010

10 Tempat Paling Misterius di Dunia

1. Stonehedge
Ini adalah bebatuan yang sangat terkenal di Inggris. Tidak ada yang tahu pasti untuk apakah benda ini sebenarnya. Untuk tempat penyembahan, kuil, ataukah tanda-tanda adanya UFO.
Stone Hedge

2. Moguicheng

Mogui Cheng
Kota Setan menjadi julukan tempat yang terletak di Xinjiang, China, ini. Ada suara-suara aneh yang akan menghampiri Anda entah dari mana asalnya. Jika Anda datang ketika hari sedang cerah dengan angin sepoi-sepoi, maka simaklah suara dentingan gitar yang begitu merdu. Tapi, jika angin kencang datang, akan terdengarlah seperti suara auman singa, tangisan bayi, atau bahkan suara serigala. Nah lo!

3. Segitiga Bermuda

Segitiga Bermuda
Kalau yang satu ini seluruh dunia pasti tahu. Area yang diyakini sebagai pusat wilayah kekuasaan setan. Terletak di barat laut Samudra Atlantik di mana terdapat 7 pulau besar dan 150 pulau karang kecil lainnya. Segitiga Setan ini berkali-kali meminta korban yang melintas di sana. Entah itu pesawat terbang atau kapal laut. Menurut teori, semua peralatan canggih navigasi akan kacau jika melewati area ini sehingga sulit terlacak keberadaannya jika sudah hilang. Apakah benar ini hasil keisengan setan, who knows?

4. Piramida

Piramida
Mesir termasuk negara dengan banyak misteri. Ya, misteri tersebut tersimpan rapat-rapat dalam piramida yang berupa kuburan para Raja Mesir, termasuk Firaun yang kondang dengan arogansinya. Setidaknya, ada 80 buah piramida yang terdapat di wilayah Afrika Utara ini, di sepanjang Sungai Nil.
Masing-masing tingginya mencapai 100 meter yang terdiri dari susunan bebatuan seberat 100 ton untuk satu batu. Batu-batu tersebut disusun tanpa menggunakan semen atau perekat lainnya. Sampai sekarang, legenda tentang piramida belum sepenuhnya jelas karena bercampur antara keyakinan dan juga mitos. Piramida Cheops adalah yang tertinggi di antara lainnya. 

5. Moai

Moai
Easter Island terletak di antara Tahiti dan Chile. Menjadi pusat perhatian publik karena adanya patung-patung berbentuk wajah manusia. Masing-masing setinggi 4 meter dan beratnya mencapai 75 ton. Terjadi dari batu vulkanik dan menjadi bukti warisan sejarah masyarakat Rapa Nui. Sulit menjelaskan bagaimana patung-patung ini dibuat dengan teknologi yang ada saat itu. Katanya, ini dibuat oleh UFO. Hmmm, ada-ada saja.

6. Gunkan Jima

Gunkanjima
Sekarang, mari kita melihat sebuah tempat misterius di Negara Sakura, Jepang. Pulau Gunkan Jima terletak di wilayah Nagasaki berjarak sekitar 15 kilometer. Pulau ini dibeli oleh Mitsubishi sebagai tempat penambangan batu bara. Pada 1916, dibangunlah  tempat tinggal untuk para pekerja tambang. Lebih dari 4 dekade beroperasi, wilayah ini semakin dipadati penduduk. Ketika minyak menggantikan fungsi batu bara, pihak Mitsubitshi memutuskan untuk menutup tambang dan mengosongkan pulau tersebut.  

7. Pulau Tanpa Es di Antartika

Pulau Tanpa Es
Benua Antartika sama sekali tidak berpenghuni dan konon katanya banyak terjadi fenomena misterius, di mana salah satunya ada sebuah pulau yang benar-benar tidak tertutupi es. Ajaib memang jika di area seluas 14 juta kilometer persegi dan diliputi es setebal 4000-an meter masih menyisakan satu wilayah tanpa lapisan putih sedikit pun. 

8. Bingbing Bei

Bingbing Bei
Di negara tirai bambu ini, ada sebuah tempat misterius yang terletak di Henan. Orang menyebutnya Bingbing Bei yang berarti punggung atau es. Mengapa demikian? Karena, ketika sebagian besar wilayah China memiliki perubahan musim yang sewajarnya, di Bingbing Bei tidak.
Daerah sebelah barat Provinsi Liaoning ini tidak pernah merasakan kehangatan seperti layaknya. Meskipun sudah waktunya musim panas dengan suhu sekitar 30 derajat Celsius dan matahari bersinar dengan cerah, temperatur di tempat ini tetap -12 derajat, hingga membuat tanah dan air membeku karena hal tersebut. 

9. Sungai Air Panas

Sungai Air Panas
Di dekat Reykjavik, terdapat fenomena sungai air panas yang mengundang keheranan mengingat Islandia merupakan negara yang diliputi es. Dan, dari sungai berdiameter 20 meter ini, jika hujan turun, akan memperlihatkan sebuah pemandangan yang bisa membuat dahi berkerut, ada air yang tiba-tiba memancar sampai setinggi 70 meter ke udara.        

10. Gerbang Neraka

Gerbang Neraka
Tempat ini terletak di dekat sebuah kota bernama Darvaz di Uzbekistan. Kejadiannya bermula pada sekitar 35 tahun yang lalu. Saat para geologis melakukan pengebordan gas, secara tidak sengaja mereka menemukan sebuah lubang yang dipenuhi gas. Walaupun tidak beracun, tetapi gas tersebut seperti terbakar dan tidak pernah berhenti mengeluarkan api sampai sekarang.

Wednesday, April 14, 2010

Teka Teki Otak Kanan

Hari ini, kita akan bermain sedikit dengan Teki-teka. Namun, ini bukan sembarang teka-teki.. Ini adalah teka-teki otak kanan.. Agar melatih otak kanan yang jarang dilatih, karena otak kiri terlalu lama dilatih sampai belasan tahun (SD sampai Kuliah).. Saatnya otak kanan berolahraga..

Teka-teki 1 :
Misalkan Anda punya seorang anak. Anda adalah keluarga yang biasa-biasa saja. Bagaimana Cara Menikahkan Anak Anda dengan anak Bill Gates?

Teka-teki 2 :
Bagaimana Menjual Sepatu (yang harga modalnya Rp. 150.000) ke calon pembeli dengan harga Rp. 150.000.000 dan calon pembeli-pembeli itu malah berebutan membelinya..

Teka-teki 3 :
Ada 4 ekor burung di atas pohon. 3 ekor memutuskan untuk terbang. Ada berapa ekor burung lagi di atas pohon sekarang?

Wednesday, April 7, 2010


Penyusunan dan Penetapan APBN dan APBD Menurut UU No. 17 Tahun 2003

Penyusunan APBN

Pemerintah mengajukan Rancangan APBN dalam bentuk RUU tentang APBN kepada DPR. Setelah melalui pembahasan, DPR menetapkan Undang-Undang tentang APBN selambat-lambatnya 2 bulan sebelum tahun anggaran dilaksanakan.

Mekanisme penyusunan APBN Pasal 13:

1.     Pemerintah Pusat menyampaikan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro tahun anggaran berikutnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat selambat-lambatnya pertengahan bulan Mei tahun berjalan.

2.     Pemerintah Pusat dan Dewan Perwakilan Rakyat membahas kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal yang diajukan oleh Pemerintah Pusat dalam pembicaraan pendahuluan rancangan APBN tahun anggaran berikutnya.

3.     Berdasarkan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal, Pemerintah Pusat bersama Dewan Perwakilan Rakyat membahas kebijakan umum dan prioritas anggaran untuk dijadikan acuan bagi setiap kementerian negara/lembaga dalam penyusunan usulan anggaran.

Mekanisme penyusunan APBN Pasal 14:

1.      Dalam rangka penyusunan rancangan APBN, menteri/ pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran/pengguna barang menyusun rencana kerja dan anggaran kementerian negara/lembaga tahun berikutnya.
2.      Rencana kerja dan anggaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disusun berdasarkan prestasi kerja yang akan dicapai.
3.      Rencana kerja dan anggaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disertai dengan prakiraan belanja untuk tahun berikutnya setelah tahun anggaran yang disusun.
4.      Rencana kerja dan anggaran dimaksud dalam ayat (1) disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat untuk dibahas dalam pembicaraan pendahuluan rancangan APBN.
5.      Hasil pembahasan rencana kerja dan anggaran disampaikan kepada Menteri Keuangan sebagai bahan penyusunan rancangan undang-undang tentang APBN tahun berikutnya.
6.      Ketentuan lebih lanjut mengenai penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian negara/lembaga diatur dengan Peraturan Pemerintah.

 

Mekanisme penyusunan dan penetapan APBN Pasal 15:

1.      Pemerintah Pusat mengajukan Rancangan Undang-undang tentang APBN, disertai nota keuangan dan dokumen-dokumen pendukungnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat pada bulan Agustus tahun sebelumnya.
2.      Pembahasan Rancangan Undang-undang tentang APBN dilakukan sesuai dengan undang-undang yang mengatur susunan dan kedudukan Dewan Perwakilan Rakyat.
3.      Dewan Perwakilan Rakyat dapat mengajukan usul yang mengakibatkan perubahan jumlah penerimaan dan pengeluaran dalam Rancangan Undang-undang tentang APBN. Perubahan Rancangan Undang-undang tentang APBN dapat diusulkan oleh DPR sepanjang tidak mengakibatkan peningkatan defisit anggaran.
4.      Pengambilan keputusan oleh Dewan Perwakilan Rakyat mengenai Rancangan Undang-undang tentang APBN dilakukan selambat-lambatnya 2 (dua) bulan sebelum tahun anggaran yang bersangkutan dilaksanakan.
5.      APBN yang disetujui oleh DPR terinci sampai dengan unit organisasi, fungsi, program, kegiatan, dan jenis belanja.
6.      Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui Rancangan Undang-undang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Pemerintah Pusat dapat melakukan pengeluaran setinggi-tingginya sebesar angka APBN tahun anggaran sebelumnya.

Penyusunan APBD

Mekanisme penyusunan APBD Pasal 18:

1.      Pemerintah Daerah menyampaikan kebijakan umum APBD tahun anggaran berikutnya sejalan dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah, sebagai landasan penyusunan RAPBD kepada DPRD selambat-lambatnya pertengahan Juni tahun berjalan.
2.      DPRD membahas kebijakan umum APBD yang diajukan oleh Pemerintah Daerah dalam pembicaraan pendahuluan RAPBD tahun anggaran berikutnya.
3.      Berdasarkan kebijakan umum APBD yang telah disepakati dengan DPRD, Pemerintah Daerah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah membahas prioritas dan plafon anggaran sementara untuk dijadikan acuan bagi setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah.

Mekanisme penyusunan APBD Pasal 19:

1.      Dalam rangka penyusunan RAPBD, Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah selaku pengguna anggaran menyusun rencana kerja dan anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah tahun berikutnya.
2.      Rencana kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah disusun dengan pendekatan berdasarkan prestasi kerja yang akan dicapai.
3.      Rencana kerja dan anggaran dimaksud dalam ayat (1) disertai dengan prakiraan belanja untuk tahun berikutnya setelah tahun anggaran yang sudah disusun.
4.      Rencana kerja dan anggaran dimaksud dalam ayat (1) dan (2) disampaikan kepada DPRD untuk dibahas dalam pembicaraan pendahuluan RAPBD.
5.      Hasil pembahasan rencana kerja dan anggaran disampaikan kepada pejabat pengelola keuangan daerah sebagai bahan penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD tahun berikutnya.
6.      Ketentuan lebih lanjut mengenai penyusunan rencana kerja dan anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah diatur dengan Peraturan Daerah.

Mekanisme penyusunan dan penetapan APBD Pasal 20:

1.      Pemerintah Daerah mengajukan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD, disertai penjelasan dan dokumen-dokumen pendukungnya kepada DPRD pada minggu pertama bulan Oktober tahun sebelumnya.
2.      Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD dilakukan sesuai dengan undang-undang yang mengatur susunan dan kedudukan DPRD.
3.      DPRD dapat mengajukan usul yang mengakibatkan perubahan jumlah penerimaan dan pengeluaran dalam Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD. Perubahan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD dapat diusulkan oleh DPRD sepanjang tidak mengakibatkan peningkatan defisit anggaran.
4.      Pengambilan keputusan oleh DPRD mengenai Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD dilakukan selambat-lambatnya satu bulan sebelum tahun anggaran yang bersangkutan dilaksanakan.
5.      APBD yang disetujui oleh DPRD terinci sampai dengan unit organisasi, fungsi, program, kegiatan, dan jenis belanja.
6.      Apabila DPRD tidak menyetujui Rancangan Peraturan Daerah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), untuk membiayai keperluan setiap bulan Pemerintah Daerah dapat melaksanakan pengeluaran setinggi-tingginya sebesar angka APBD tahun anggaran sebelumnya.

Perkembangan Akuntansi Sektor Publik
Peranan sektor publik dalam bentuk pemerintahan dan usaha-usaha yang dilakukan telah terbukti menjadi tulangpunggung perekonomian negara selama lebih lima puluh tahun ini. Di pertengahan tahun sembilan puluhan, kesadaran dunia pendidikan tinggi untuk mengubah mata kuliah akuntansi pemerintah mulai muncul. Pengakuan akan masalah pemerintah yang terlalu besar dan sulitnya proses pengawasan mulai muncul. Sementara itu, globalisasi telah mempengaruhi sikap masyarakat terhadap pemerintah dan infrastruktur operasional pemerintah itu sendiri. Demikian juga, kesadaran akan pelunya dikembangkan pelayanan publik mulai diungkap di berbagai media masa. Kondisi ini diperkuat dengan semakin kuatnya tuntutan LSM-LSM terhadap mekanisme pelayanan publik. Oleh karena itu studi akuntansi sektor publik dijadikan kurikulum nasional untuk menjawab perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat Indonesia saat ini.
Akuntansi sektor publik merupakan bidang akuntansi yang mempunyai ruang lingkup lembaga-lembaga tinggi negara dan departemen-departemen di bawahnya, pemerintah daerah, yayasan, partai politik, perguruan tinggi dan organisasi-organisasi non profit lainnya.
Definisi Akuntansi Sektor Publik
Pemahaman sektor publik lebih ditempatkan pada suatu wilayah di luar pemerintah ditambah dengan wilayah pemerintah itu sendiri. Dalam arti luas, sektor publik diartikan sebagai metode manajemen negara. Sedangkan dalam arti sempit, sektor publik diinterpretasikan sebagai pungutan oleh negara. Dalam perkembangannya, berbagai perspektif mulai bermunculan dan intervensi disiplin ilmu mulai terasa. Akibatnya, definisi sektor publik mulai diartikan dari berbagai disiplin ilmu yang umumnya berbeda satu sama lain. Perbedaan sudut pandang politik, administrasi publik, sosiologi, hukum, ekonomi, dan akuntansi telah mengakibatkan pengembangan ilmu manajemen sektor publik.
Menurut Bastian (1999), akuntansi sektor publik dapat didefinisikan sebagai mekanisme teknik dan analisis akuntansi yang diterapkan pada pengelolaan dana masyarakat di lembaga-lembaga tinggi negara dan departemen-departemen dibawahnya, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, LSM dan yayasan sosial, maupun pada proyek-proyek kerjasama sektor publik dan swasta.
Sejarah Akuntansi Sektor Publik
Sejak awal 1990-an, paradigma pemerintah diberbagai negara bergeser dari pemerintah formal menuju ke tata pemerintah yang baik (good governance), dalam rangka menempatkan administrasi pemerintah menjadi lebih berhasil guna, berdaya guna, dan berkeadilan bagi setiap warga masyarakat. Aparat pemerintahan berubah menjadi tanggap akan tuntutan lingkungannya, sehingga pelayanan yang diberikan yang terbaik dengan prosedur yang transparan dan berakuntabilitas.
Menurut Vernon Kam (1989), praktik akuntansi sektor publik sudah ada sejak ribuan tahun sebelum masehi. Praktik tersebut dihasilkan dari berbagai interaksi antarwarga masyarakat dan berbagai kekuatan sosial kemasyarakatan.
Bukti sejarah mengindikasikan bahwa praktik system pencatatan telah ada sejak zaman Mesir kuno. Organisasi kementrian didirikan dengan tujuan mengadministrasi laporan untuk perdana menteri. Para menteri melakukan praktik laporan bulanan yang terkait dengan hasil pemungutan pajak. Di masa Babilonia, praktik pencatatan telah dilakukan dalam berbagai kegiatan untuk menghasilkan pendapatan dan produksi. Di masa Yunani, pemerintah yang berkuasa telah mengembangkan berbagai metode pencatatan barang yang berharga dan membagi secara adil berbagai sumber pendapatan yang diterima. Di masa Roma, praktik akuntansi untuk mendukung mekanisme pajak dilakukan oleh semua pejabat. Selanjutnya, proses pencatatan berkembang dalam proses perdagangan antar negara.
Di awal abad 15, kekuatan perekonomian bergeser dari Italia ke Inggris, dimana filosofi ekonomi mercantilism bertahan selama dua abad berikutnya. Sekolah mercantilism membuat system di mana pemerintah pusat berusaha untuk mengendalikan dan mengatur semua tahap perdagangan. Proses pelaporan dikembangkan lebih rinci terutama untuk informasi tenaga kerja, metode produksi, tipe dan kualitas barang yang diproduksi, harga penjualan, dan metode pemasaran.
Pada akhir abad 18, terjadi perubahan mendasar dalam aturan bisnis. Inisiatif individu menjadi lebih dihargai dan diberi peluang seluas-luasnya. Akibatnya, revolusi industri muncul di Inggris. Kejadian ini menunjukkan bahwa pengembangan akuntansi keuangan dan biaya di perusahaan lebih dipicu oleh perkembangan praktik akuntansi sektor publik.
Abad 19 adalah masa dimulainya praktik audit atas dana pemerintah. Pada tahun 1832, dibentuk komisi audit yang melaporkan ke dewan perwakilan rakyat tentang pelaksanaan pengeluaran dana. Kedekatan para auditor dan para pejabat terbilang amat erat. Berbagai bukti sejarah menunjukkan adanya praktik akuntansi sektor publik.
Akuntansi Sektor Publik Versus Akuntansi Pemerintahan
Persepsi yang disebarkan dalam pengajaran Akuntansi Pemerintah Indonesia adalah akuntansi pemerintah pengganti akuntansi sektor publik. Alasan lain yang dikembangkan oleh pendukung akuntansi pemerintahan adalah karakter akuntansi sebagai penyedia jasa yang relevan untuk berbagai jenis individu dan organisasi. Akuntansi pemerintah cenderung didefinisikan sebagai sistem pengukuran kinerja pemerintah. Praktik akuntansi pemerintah yang benar mendapatkan dukungan yang luas dalam orde reformasi.
Pengajaran akuntansi sektor publik dikembangkan dalam kondisi yang berbeda:
1.      di tahun 1952, “sektor publik” untuk pertama kalinya diajarkan di dunia akademis.
2.      karakter organisasi sektor publik menunjukkan variasi sosial, ekonomi, politik, dan karakteristik menurut undang-undang.
3.      aktivitas organisasi sektor publik amat beraneka ragam.
4.      kondisi organisasi sektor publik amat mandiri, atau lepas dari mekanisme murni pasar.
5.      fokus kesuksesan penyelenggaraan aktivitas publik adalah kompetensi manajemen.
6.      kodisi proses pertanggungjawaban yang dilakukan oleh badan-badan sektor publik masih bersifat umum.
Enam alasan di atas telah berkembang, sehingga kecenderungan perubahan ke akuntansi sektor publik menjadi lebih pasti.

Referensi:
Bastian Indra, 2006. Akuntansi Sektor Publik, Suatu Pengantar. Penerbit Erlangga. Jakarta.
Laporan Keuangan
Laporan keuangan adalah laporan akuntansi utama yang mengkomunikasikan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi kepada pihak-pihak yang berkepentingan, yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut sehingga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Dari definisi di atas dapat diketahui bahwa tujuan dari laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan (menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan Ikatan Akuntansi Indonesia).
Laporan keuangan mempunyai beberapa kegunaan, yaitu:
1.      Sebagai pertanggungjawaban manajemen kepada pemilik perusahaan.
2.      Alat komunikasi antara aktivitas perusahan dengan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahan, seperti para kreditur/calon kreditur, investor/calon investor, bankers, pemerintah dan lain-lain.
3.      Sebagai alat perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan yang efektif bagi manajemen.
Laporan keuangan terdiri dari :
ü      Laporan Laba/Rugi
Laporan laba/rugi adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.
Unsur-unsur laporan biasanya terdiri dari:
Ø       Pendapatan dari penjualan, dikurangi Biaya penjualan diperoleh
Ø       Laba/rugi kotor, dikurangi Biaya operasi diperoleh
Ø       Laba/rugi operasi, ditambah Pendapatan atau dikurangi Pengeluaran lain diperoleh
Ø       Laba/rugi sebelum pajak, dikurangi Biaya pajak diperoleh
Ø       Laba/rugi bersih
Bentuk laporan laba/rugi terdiri dari;
a.       Bentuk Singgle Step, yaitu penyusunan laporan laba/rugi yang dilakukan dengan membandingkan total pendapatan dengan total biaya.
b.      Bentuk Multiple Step, yaitu penyusutan laporan laba/rugi yang dilakukan secara bertahap.
ü      Neraca
Neraca atau laporan posisi keuangan  adalah bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan entitas tersebut pada akhir periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aset, kewajiban, dan ekuitas yang dihubungkan dengan persamaan berikut:
aset = kewajiban + ekuitas
Informasi yang dapat disajikan di neraca antara lain posisi sumber kekayaan entitas dan sumber pembiayaan untuk memperoleh kekayaan entitas tersebut dalam suatu periode akuntansi (triwulan, caturwulan, atau tahunan).
Bentuk neraca terdiri dari:
a.       Bentuk Scontro (Account Form), yaitu neraca yang disusun secara sebelah – menyebelah, dimana sebelah kiri/ debet untuk aktiva sedangkan sebelah kanan/ kredit untuk hutang dan ekuitas.
b.      Bentuk Stafel (Report Form), yaitu neraca yang disusun dari atas ke bawah, yaitu dengan urutan aktiva, hutang kemudian ekuitas.


ü      Laporan Arus Kas
Laporan arus kas adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang (kas) perusahaan.
Fungsi laporan arus kas adalah untuk mengetahui realisasi kas masuk dan keluar perusahaan, sehingga dapat diprediksi potensi realisasi kas di masa yang akan datang (tingkat liquiditas). Termasuk juga untuk mengetahui potensi kemampuan perusahaan untuk membagikan keuntungan perusahaan kepada pemegang saham dalam bentuk kas (pembagian dividen).

Realisasi Kas (kas masuk/keluar) dikelompokkan ke dalam tiga jenis aktifitas, yaitu :
ü      Aktifitas Operasi yaitu Arus kas (masuk/keluar) yang berasal dari kegiatan utama perusahaan (yang biasa disebut operasional perusahaan), yang tercermin dari Laporan Laba/Rugi perusahaan.
ü      Aktifitas Investasi yaitu Arus kas (masuk/keluar) yang berasal dari aktivitas-aktivitas investasi. Kegiatan yang digolongkan ke dalam kelompok ini adalah semua kegiatan kas yang terkait dengan aktifitas pembelian/penjualan aktiva perusahaan, penerimaan/pengeluaran kas terkait dengan piutang perusahaan dengan entitas lain.
ü      Aktifitas Pendanaan yaitu Arus kas yang berasal dari transaksi utang (kewajiban) perusahaan, baik yang berupa penambahan maupun pelunasan utang. Arus kas yang berasal dari penerbitan saham atau instrument sekuritas lainnya pun dimasukkan ke dalam kelompok ini.

Referensi: