Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Showing posts with label kiat sukses. Show all posts
Showing posts with label kiat sukses. Show all posts

Tuesday, March 1, 2011

Karena Takut gagal, ...Anda akan gagal....!! ...

Setiap orang inginkan penghasilan dan kekayaan dalam hidup. Tetapi sebenarnya ada 3 sebab atau 3 faktor yang menghalangi kita untuk mencapai sukses dan bebas finansial.
SEBAB PERTAMA : Tidak mengambil keputusan untuk sukses dan bebas finansial.
Ya benar ... semua orang mengharapkan, malah mendoakan kesuksesan dan kekayaan. Tetapi tidak memutuskan dengan tepat untuk mencapai keberhasilan. Kita lupa karena tidak menaruh prioritas keberhasilan dan kekayaan di dalam hidup.  Jadi, mulai hari ini aturlah prioritas keberhasilan dan kekayaan dalam hidup sebab :
·         Jika kita ingin menjadi dokter, kita akan belajar medis.
·         Jika kita ingin menjadi pengacara, kita akan belajar hukum.
·         Jika kita ingin menjadi penyanyi, kita akan belajar olah vocal dan musik.
·         Jika kita ingin bebas finansial, kita harus belajar tentang uang
SEBAB KEDUA :  Menunda-nunda langkah sehingga menjadi terlalu lewat.
Ya .. setiap penundaan dilakukan pasti disertai dengan berbagai macam alasan.... Saya sibuklah ... Saya tak ada waktu lah ... Saya tak ada keterampilan lah ... Saya tak ada duit lah ... dan bermacam-macam lagi alasan. Bak kata Dr Fadhilah Kamsah, "Orang buat duit, kita buat alasan ..." setiap alasan logis2 saja .. ya.. lah, namanya juga alasan ...
Setiap manusia biasanya tergerak untuk melakukan sesuatu termasuk mencari uang lebih bila timbul masalah saja. Waktu sedang senang, tak ada terpikir sedikitpun ... bagaikan tidak punya masalah, nggak risau .. semuanya dibuat rileks saja  ... tak hiraukan apapun. Tapi kalai sudah ada masalah, mulailah kalang kabut. Mulailah mencari solusinya, meskipun kadang2 keadaan sudah terlalu lewat dan sulit melakukan perubahan atau memperbaiki.
Oleh karena itu, kita harus siap lebih awal. Bagaikan kata pepatah, "sedia payung sebelum hujan". Sadarilah ... memang ada hubungan antara uang dan waktu. Jika Anda bercita-cita untuk bebas finansial, mulailah secepatnya.
Bayangkan anda inginkan kebebasan dengan menghasilkan pendapatan Rp 50jt per bulan pada 2 tahun lagi. Jika anda mulai sekarang, anda memiliki waktu selama 2 tahun untuk berusaha.
NAMUN jika Anda ingin mulai setahun kemudian, Anda hanya ada waktu 1 tahun saja untuk fight! mampukah anda?
Jadi, mulai awal .. sedini mungkin... lebih cepat lebih baik kapan lagi kalau bukan hari ini?

SEBAB KETIGA :  Sikap takut pada kegagalan -> Anda akan gagal.
·         Akibat takut pada kegagalan, seseorang itu tidak menempatkan usaha yang lebih.
·         Akibat takut pada kegagalan, seseorang itu tidak memulai bisnis.
·         Akibat takut pada kegagalan, seseorang itu tidak juga mulai usaha.
·         Akibat takut pada kegagalan, seseorang itu tidak MELAKUKAN LANGKAH PERTAMA!
Misalnya, saya bagi penjelasan sedikit. Bila Anda takut pada kegagalan, Anda tidak akan berusaha dengan sekuat tenaga atau sepenuh hati.  Mungkin Anda berkata semacam ini dalam hati,
"Alahh .. tak perlu buat serius ... kalau tak berhasilpun tak jadi apa, tak ada kerugian sama sekali. Kita buat sedikit santai saja .. so.. tak usah merasa tertekan"
Anda lupa kalau berpikir seperti itu karena, musuh utama keberhasilan adalah, takut kepada kegagalan. Saya ulangi lagi, MUSUH UTAMA PADA KEBERHASILAN  ADALAH KARENA TAKUT PADA KEGAGALAN.
Sebenarnya, kegagalan mengajar kita cara untuk berhasil. Dari hasil penelitian menemukan, jutawan-jutawan dan orang-orang yang berhasil pada hari ini adalah 98% PERNAH GAGAL ...
Mungkin pernah gagal dalam bisnis ...Atau pernah mengalami  lilitan hutang keliling pinggang ...
Takut kepada kegagalan, mencegah kita mengambil langkah pertama!
Orang yang berhasil adalah, orang yang akan bangkit kembali dari kegagalan dan terus berusaha dengan meletakkan tujuan didepan.
Apapun rintangan dan hambatan, mereka bangkit lagi ... demi tujuan yang harus di capai.
Sampai jumpa Anda di puncak kesuksesan,
Salam...............

Bambang Ratmoko

Wednesday, April 14, 2010

Teka Teki Otak Kanan

Hari ini, kita akan bermain sedikit dengan Teki-teka. Namun, ini bukan sembarang teka-teki.. Ini adalah teka-teki otak kanan.. Agar melatih otak kanan yang jarang dilatih, karena otak kiri terlalu lama dilatih sampai belasan tahun (SD sampai Kuliah).. Saatnya otak kanan berolahraga..

Teka-teki 1 :
Misalkan Anda punya seorang anak. Anda adalah keluarga yang biasa-biasa saja. Bagaimana Cara Menikahkan Anak Anda dengan anak Bill Gates?

Teka-teki 2 :
Bagaimana Menjual Sepatu (yang harga modalnya Rp. 150.000) ke calon pembeli dengan harga Rp. 150.000.000 dan calon pembeli-pembeli itu malah berebutan membelinya..

Teka-teki 3 :
Ada 4 ekor burung di atas pohon. 3 ekor memutuskan untuk terbang. Ada berapa ekor burung lagi di atas pohon sekarang?

Wednesday, March 10, 2010

3 wilayah Pengaruh

Dalam dunia kehidupan kita, ada 3 wilayah yang mempengaruhi kita :

1. Wilayah pengaruh di luar kita yang tidak bisa kita ubah, contohnya : cuaca, lahirnya kita, orang tua kita, jenis kelamin kita ketika lahir

2. Wilayah pengaruh di luar kita yang bisa kita ubah

3. Wilayah pengaruh di dalam diri kita yang bisa kita ubah

Nah, yang bisa kita ubah adalah point 2 dan 3. Namun, untuk mengubah di luar kita, menurut John F Kennedy, yang paling pertama kali dilakukan dan harus dilakukan adalah mengubah di dalam diri kita.

==> Sudut Pandang dan Keyakinan.

Sudut pandang bisa berasal dari diri kita sendiri, bisa juga diwariskan dari orang tua kita, dari lingkungan kita, dari apa yang kita alami.

Tentang bisnis, apakah sudut pandang anda menghambat diri anda sendiri?

Ada yang bilang, bisnis itu beresiko.

Menurut saya, bisnis itu tidak beresiko, asalkan kita tau caranya. Soal resiko, bedakan pengertian resiko dan beresiko. Segala sesuatu punya resiko. Tidak melakukan apapun itu juga punya resiko. Punya resiko belum tentu beresiko. Investor terkaya di dunia, Warren Buffet pun menghindari resiko, namun dia bisa membedakan antara beresiko dan tidak beresiko.Ketika investasi akan dilakukan, ia pun menghindari resiko. George Soros pun, investor Valas no.1 di dunia, punya ilmu manajemen resiko. Ketika investasinya beresiko, ia pun menghentikan resiko. Soal bisnis pun sama. Kerja pun sama. Anda kerja sebagai karyawan juga punya resiko. Resiko bisa saja diberhentikan, apalagi ketika anda membaca email ini selagi jam kerja anda, punya resiko dimarahi boss. Artinya anda beresiko dimarahi boss kalo ketauan dan tidak beresiko dimarahi boss kalau tidak ketauan. Anda berbisnis dengan partner bisnis yang sudah terpercaya dan bisa dipercaya, itu sudah mengurangi resiko, namun belum tentu lepas dari resiko. Jadi bisnis bisa tidak beresiko kalau anda sudah tau caranya, tau standar "sehatnya" sebuah bisnis.

Ada lagi yang berpendapat, semuanya ada resiko. Tinggal kapan saatnya membayar resiko. Ada 2 jenis aturan makan di restoran. Model lama adalah anda makan dulu, baru bayar. Dan model baru adalah anda bayar dulu, baru makan. Tapi yang jelas, tidak ada makan gratis.Nah, bagi orang karyawan, mungkin keliatan tidak beresiko, tapi bagi saya seorang pebisnis, seorang karyawan justru punya resiko dan beresiko. Jangka panjang, apabila seorang karyawan tidak berbisnis atau berinvestasi, ia beresiko akan mengalami kesulitan finansial dan waktu seiring bertambahnya lama kerja. So, bagaimana pendapat anda tentang resiko dan beresiko?

.

Ada yang bilang, bisnis itu kejam. Bisnis itu menindas sesama. Ya, saya dulu pernah berpikir seperti itu. Sebetulnya, bisnis itu tidak kejam, yang kejam bisa jadi pelakunya. Bisnis itu mulia, tanpa bisnis, tidak akan ada lowongan kerja, bisnis bisa membantu sesama. Sama seperti halnya polisi, ada good cop, ada bad cop.

Ada yang bilang, orang bisnis itu tamak.

Menurut saya, orang bisnis itu belum tentu tamak. Ada yang tamak, ada yang tidak.Tergantung pelakunya. Biasanya orang yang berdana banyak buat kesejahteraan umat, dia berasal dari kalangan bisnis. Jadi tidak ada yang salah dengan bisnis.

Nah, ada banyak pandangan-pandangan lain tentang bisnis. Saya harap fia memiliki pandangan yang memperkuat fia untuk masuk ke dunia bisnis. Silahkan utarakan ke saya kalo ada pandangan-pandangan yang mungkin ingin disampaikan ke saya..

Sudut pandang yang dipegang dan diyakini akan menjadi sebuah keyakinan.

John C Maxwell :

"Jika kita ingin berubah secara kecil-kecilan, perlahan, cukup ubah tindakan kita. Namun jika kita ingin berubah secara besar-besaran, cepat, cukup ubah cara pandang kita".

Pilih Mangga atau Pohon Mangga?

Kalo Anda diminta memilih antara dikasih mangga atau pohon mangga? Mana yang Anda pilih?

Jika Anda memilih pohon mangga,itu adalah jawaban yang bagus, kenapa? Karena pohon mangga akan menghasilkan buah mangga-buah mangga lainnya ketika sudah tiba musimnya.

Ini sama dengan pertanyaan, mana yang Anda pilih? Kerja atau Mempunyai Bisnis? Kerja diibaratkan mangga, menghasilkan uang selama harus kerja. sedangkan Mempunyai bisnis diibaratkan dengan mempunyai pohon mangga. Mempunyai Bisnis akan menghasilkan uang yang terus menghasilkan walaupun mungkin tidak atau kurang aktif lagi.

Nah, kalo yang memilih pohon mangga,sedangkan pohonnya belum berbuah, masih harus dipupuk, dijaga dari hama, sedangkan perut sudah lapar, apakah masih tetap memilih pohon mangga? Perut lapar, tidak mungkin makan pohon mangga? Apakah masih tetap memilih pohon mangga?

Nah, ngomong-ngomong soal mangga dan pohon mangga, ini adalah pilihan. Dan beruntungnya, manusia punya kekuatan memilih.

Jadi pilihan anda, apakah kerja atau membangun/mempunyai bisnis?

Apabila kondisi anda benar-benar masih membutuhkan uang untuk hidup, anda bisa memilih membangun bisnis sambil kerja. Jadi sah-sah saja pilih mangga dan pohon mangga sekaligus. Dan tentunya, lebih bagus lagi memilih Kebun Mangga. hehe..

Ada orang yang berhasil di bidang bisnis sambil dia bekerja.

Ada juga orang yang berhasil di bisnis, ketika dia dalam keadaan terjepit, tidak ada pilihan lain lagi, jadi dia berjuang mati-matian, fight untuk sukses di bisnis.

Pilihan lagi pada Anda. Anda termasuk karakter yang mana? Yang menunggu terjepit dulu baru fight mati-matian di bisnis? atau sambil kerja dan ngotot membangun bisnis?

Yang pasti, dalam membangun Bisnis, ketahui dan tiru Rahasia Mindset Para Pebisnis.

Saturday, December 12, 2009

Hukum Sukses Bisnis

=> Hukum 2T (TT), yaitu Hukum Tabur Tuai.

Hukum ini memberikan pengertian, siapa yang menabur ia yang akan menuai. Saya juga mempelajarinya dengan istilah Give and Take. Orang bisnis itu berbagi. Banyak membina hubungan dengan orang-orang yang tepat, akan mempermudah dan mempercepat bisnis.

Hukum 2B (BB), yaitu Hukum Bilangan Banyak.

Semakin banyak melakukan, semakin besar peluang keberhasilan.

=> Hukum 2D (DD) yaitu Hukum Dadu.

Hukum ini berhubungan dengan Hukum Bilangan Banyak. Hukum Dadu menggambarkan bahwa kita keep rolling saja apabila bisnis belum berkembang. Temukan "mata dadu enam" anda, artinya konsumen loyal atau partner bagus, supplier bagus. Ini yang saya maksudkan dengan mata dadu enam. Dalam Bisnis, ada berbagai jenis konsumen anda, temukan dan ciptakan konsumen yang merupakan "mata dadu enam" anda. keep rolling.

=> Hukum Paretto.

Hukum Paretto 80/20 ini menjelaskan bahwa 80% dari beberapa kegiatan yang kita lakukan ternyata menghasilkan cuma 20% hasil. Sedangkan di sisi lain, 20% dari kegiatan lain yang kita lakukan malah menghasilkan 80% hasil. Menyambung dengan Hukum 2D, jadi fokuslah pada kegiatan-kegiatan, partner-partner (konsumen ataupun supplier) yang 20% yang menghasilkan 80% kegiatan.

=> Hukum Proyek Orkestra.

Bisnis ibarat bermain orkestra, jadi bukanlah proyek solo. Anda tidak mengerjakannya sendirian, Anda bisa memilih dan mempunyai partner-partner bisnis Anda untuk membangun bisnis Anda. Dan Anda sebagai Mayoretnya. Misal, ketika anda ingin membuka usaha rumah makan, anda tidak perlu untuk menjadi jago masak kan? Begitu pula ketika anda ingin membuka usaha kontraktor? Anda tidak harus menjadi sarjana sipil atau arsitektur dulu. Ini sedikit cerita tentang paman saya yang kontraktor. Ia tidaklah lulusan sarjana teknik, hanyalah seorang lulusan SMA. Namun ia bisa mempunyai usaha kontraktor, karena ia mempunyai karyawan-karyawan yang lulusan dan pengalaman tehnik. Yang terpenting baginya adalah menemukan dan mendapatkan proyeknya. Jadi Bisnis bukan penyanyi solo, melainkan anda bermain di orkestra, sebagai mayoretnya, yang memimpin team orkestra anda.

=> Hukum Give and Take.

Orang Bisnis adalah orang-orang yang memberi.

Wednesday, December 9, 2009

Rahasia Mindset Para Pebisnis

Mindset atau Pola Pikir inilah yang menentukan sukses tidaknya seseorang.

Seorang Employee memilih kenyamanan finansial. Ia terbiasa menerima uang/gaji dari kantor tiap bulannya.

Seorang Self Employed memilih keamanan finansial. Ia terbiasa melakukan kerja sendirian, semuanya dilakukan sendiri, dia bossnya, dia sekretarisnya, dia keuangannya. Akibatnya, ia tidak mau mendelegasikan ke orang lain. Keamanan finansial belum tentu kebebasan finansial.

Beda dengan seorang pebisnis, ia memilih kebebasan finansial. Untuk meraih kebebasan finansial, ia rela mengorbankan dahulu kenyamanan dan keamanan finansialnya. Kenapa? Karena seorang pebisnis tau, ketika ia mencapai kebebasan finansial, ia sudah pasti akan mendapatkan kenyamanan dan keamanan finansial. Seorang pebisnis tau bahwa ia sedang membangun sumber uang, atau ibaratnya sedang memelihara kebun mangga.

Uang memang diinginkan sebagai tujuan membangun bisnis. Cuma kalau ingin memulai membangun bisnis, sebaiknya hindari motivasi untuk mendapatkan uang lebih banyak.

LOH!!! Kenapa Begitu?

YA!!! Kalau seseorang memulai bisnis dengan tujuan di awal untuk mendapatkan uang lebih banyak, biasanya hal ini akan membuat orang itu cepat lelah. Kenapa bisa begitu?

Sama sperti ketika membangun sebuah perkebunan mangga, awalnya kita menyiapkan lahannya dulu, dengan pembersihan lahan, terus pemupukan lahan, setelah itu menanamkan benihnya, merawat benih, dengan pemupukan, menjaga dari hama dan gulma, terus tumbuh dan berkembang, sampai akhirnya berbuah.

So, mulailah bisnis dengan motivasi di luar motivasi uang, misalnya :

Belajar Membangun aset

Menambah pergaulan dan wawasan

Memberikan lapangan kerja buat orang lain

dan lain-lain atau miliki motivasi di luar untuk diri sendiri, misal miliki motivasi untuk membantu orang tua, membahagiakan orang tua.

Ibarat proses produksi di pabrik, selama masukan bahan-bahan benar dan proses produksi benar, maka produk yang dikeluarkan pun akan benar dan bagus.

Begitu pula, dengan bisnis. Asalkan mindsetnya benar dan caranya benar, maka hasil uang pun itu pasti.

Contoh Kasus : Ketika seseorang membuka restoran, awalnya restoran baru sedikit pengunjung, sepi. Nah, kalo motivasi atau tujuan hanya fokus pada uang, maka ia akan mengalami pusing. Sebaliknya, apabila ia memiliki motivasi lain juga seperti memberikan makanan yang terbaik, pelayanan terbaik, maka fokusnya pada memberikan yang terbaik buat calon konsumen. Sebaliknya, kalau cuma ingin uang, ia pasti akan terus mengeluh karena uang yang didapat awalnya kecil.

Uang hanyalah sebuah efek samping dari sebuah proses.

Mutiara Sukses

Kita tidak tahu apakah Allah akan memberi rizqi yang banyak atau sedikit kepada kita. Kita juga tidak tahu kapan kita akan sukses. Satu-satunya hal yang bisa kita lakukan saat ini adalah berusaha untuk mendapatkannya.

Seringkali pikiran kita sendirilah yang membatasi apa yang bisa dan apa yang tidak bisa kita raih. Sementara tindakan kita akan sangat tergantung pikiran kita.

Saya percaya, esok sudah tidak boleh mengubah apa yang berlaku hari ini, tetapi hari ini masih boleh mengubah apa yang akan terjadi pada hari esok.

Hidup ini bukanlah seperti debu yang beterbangan oleh angin. Hidup kita bukan tiada maknanya. Setiap kita mempunyai misi yang besar di dunia ini

Dasar iman adalah hati yang hidup, asas ikhlas adalah hati yang suci murni, landasan semangat adalah perasaan yang kuat, sedangkan amal adalah tekad yang selalu segar.

Sunday, November 15, 2009

Seperti Apa Anda Mengukir Sejarah?

Oleh: Anne Ahira

"The difference between a successful
person and others is in a lack of will"
~ Vince Lombardi, Football Coach

Kebanyakan manusia cukup puas
hanya dengan...

Lahir - Hidup - dan lalu meninggal.

Hingga akhirnya yang tertinggal hanya
tiga baris di batu nisannya :

Si X, lahir tanggal sekian, dan meninggal
tanggal sekian!

Inginkah Anda menjalani hidup apa
adanya seperti itu?

Seperti apa Anda mengukir sejarah?

Ada 3 hal yang bisa membedakan Anda
dengan kebanyakan orang dalam mengukir
sejarah, yaitu...

Kemauan, Keilmuan dan Kesempatan.

1. Kemauan

Kemauan menjadi kata kunci yang paling
penting dalam menentukan sejarah hidup
Anda.

Anda mau menjadi apa? Seperti apa? dan
di mana? Tentunya hanya Anda yang
paling mengetahuinya!

Cobalah catat semuanya. Baik itu
melalui memori, diary, atau melalui
selembar kertas sekali pun! Anda pasti
punya kemauan!

Jangan pernah katakan Anda tidak punya
kemauan. Hidup itu terlalu pendek untuk
disia-siakan.

2. Keilmuan

Percaya, segala sesuatu itu pasti ada
ilmunya! Jika Anda punya kemauan dan
memiliki ilmunya, maka segala usaha
akan tercapai dengan lebih baik.

Itu sebabnya Anda harus mau belajar
dan belajar. Anda bisa belajar dimana
saja, kapan saja, dan dengan siapa
saja.

Ingat, tidak pernah ada kata terlambat
untuk belajar, mengenal, memahami, dan
mengamalkan sesuatu hal yang bermanfaat
bagi kehidupan Anda, begitu juga bagi
orang lain.

Dan satu lagi....

3. Kesempatan

Jika kemauan ada, keilmuan ada, maka
tinggal kesempatanlah yang memutuskan
apakah Anda bisa mengukir sejarah
dengan baik atau tidak.

Kesempatan ini bisa datang dari mana
saja, tergantung kecekatan Anda dalam
memanfaatkan setiap peluang yang ada.

Kita tahu, seringkali kesempatan itu
hadir, tapi kita tidak mampu
memanfaatkannya dengan benar, karena
keilmuannya kurang, meski keinginan
kita itu sebenarnya sudah besar.

Jika ini terjadi, tidak jarang orang
menyesal dan kadang menjadi berfikir
bahwa nasib selalu tidak berpihak
padanya.

Sebenarnya tidak demikian Anda! Dia
hanya tidak tahu bagaimana cara
menyatukan 3K! Yaitu...

Kemauan, Keilmuan dan Kesempatan!

Nah, sekarang Anda tahu, apa yang
harus dilakukan untuk bisa mengukir
sejarah dengan baik dalam hidup Fiatin!

Padukan antara kemauan, keilmuan dan
kesempatan. Jika kemauan sudah ada,
keilmuan sudah ada, maka kesempatan itu
sebenarnya bisa dicari dan diupayakan!

Dan percaya... ketika ketiga unsur ini
berpadu dalam hidup Anda, maka sejarah
kebesaran tentang Anda telah dimulai. :-)

"Nikmati Perbedaan!"

Oleh: Anne Ahira

Perbedaan adalah anugrah dari Yang Maha Kuasa.

Lihatlah sekeliling kita, indahnya warna-warni bunga,
warna-warni satwa, dan segala keragaman lain yang
menghiasi dunia.

Bayangkan kalau kita hanya mengenal warna hitam saja!
Alangkah gelapnya nya dunia ini! :-)

Tanpa adanya perbedaan dan warna-warni, kita tidak akan
merasakan hidup semeriah dan seindah sekarang ini, betul?! :-)

Begitu pun dengan kehidupan, setiap insan selalu berhadapan
dengan segala macam perbedaan dan warna-warni kehidupan.

Tapi sayang, tidak semua orang mampu melihat perbedaan
sebagai kekayaan. Banyak orang merasa tersiksa karena
perbedaan alias mereka tidak mampu menikmatinya.

Berbagai bentuk kejahatan dimulai hanya karena perbedaan.
Entah itu perbedaan warna kulit, agama, suku bangsa,
prinsip, atau sekadar pendapat.

Sebenarnya, perbedaan bukanlah sesuatu yang bisa dihindari.
Setiap orang lahir dengan perbedaan dan keunikannya
masing-masing. Mulai dari perbedaan fisik, pola pikir,
kesenangan, dan lain-lain.

Tidaklah mungkin segala sesuatu hal sama. Bahkan kesamaan
pun sebenarnya tidak selalu menguntungkan.

Coba bayangkan, seandainya semua orang memiliki kemampuan
memimpin, lantas siapa yang mau dipimpin? Kalau semua orang
menjadi orang tua, siapa yang mau jadi anak? Siapa juga yang
akan menerima sedekah, jika semua orang ditakdirkan kaya?

Perbedaan ada bukan untuk dijadikan alat perpecahan.
Banyak hal positif yang bisa kita peroleh dengan perbedaan.
Namun, tentu saja semua itu harus bersyarat. Nah, syarat apa
saja yang harus dipenuhi?

Berikut di antaranya...

1. Cara pandang kita terhadap perbedaan.

Berpikirlah positif dengan mensyukuri adanya perbedaan.
Anggaplah perbedaan sebagai kekayaan. Cara pandang yang
benar akan melahirkan sikap yang tepat. Ada baiknya kita
mencari persamaan terlebih dahulu, sebelum mencari
perbedaan.

2. Kelola perbedaan sebaik mungkin.

Musyawarah untuk mencapai kesepakatan adalah jalan yang
tepat untuk mengelola perbedaan. Berlatihlah untuk
menghargai, menerima, menjalankan dan bertanggungjawab
terhadap keputusan bersama, meski berlawanan dengan ide
awal kita.

3. Selalu posisikan segala sesuatu pada tempatnya.

Saat bekerja sama dengan orang lain, salurkan potensi,
karakter, minat yang berbeda-beda pada posisi 'yang tepat'.
Cara ini akan mendorong tercapainya tujuan bersama dan
mendukung pengembangan potensi masing-masing individu.

4. Jangan pernah meremehkan orang lain.

Apapun dan bagaimana pun kondisi atau pendapat orang lain,
perlakukan mereka selayaknya diri kita ingin diperlakukan.
Anggaplah semua orang penting. Mereka memiliki peran
tersendiri, yg bisa jadi tidak bisa digantikan oleh orang lain.

5. Jangan menonjolkan diri atau sombong.

Merasa diri paling penting dan lebih baik daripada orang
lain *tidak akan* menambah nilai lebih bagi kita. Toh kita
tidak bisa hidup tanpa orang lain. Jadilah beton dalam
bangunan. Meski tidak nampak, namun sesungguhnya ialah
yang menjadi penyangga kokohnya sebuah bangunan. :-)

6. Cari sumber informasi yang terjamin kebenarannya.

Perbedaan bisa muncul karena informasi yang salah.
Oleh sebab itu, pastikan sumber informasi kita bisa
terjamin dan dapat dipercaya kebenarannya. Lebih bagus
lagi jika disertai bukti yang mendukung.

7. Koreksi diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain.

Menyalahkan orang lain terus menerus tidak akan banyak
membantu kita. Bisa jadi kesalahan sebenarnya terletak pada
diri kita. Karenanya, koreksi diri sendiri terlebih dahulu
merupakan langkah yang paling bijaksana.

So, berhentilah menyesalkan perbedaan. Karena jika tidak,
Anda akan kehilangan sumber kebahagiaan! :-)

Kuasai Kecerdasan Emosi Anda!

Oleh: Anne Ahira

"Siapapun bisa marah. Marah itu mudah. Tetapi, marah pada
orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang
tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik,
bukanlah hal mudah."
-- Aristoteles, The Nicomachean Ethics.

Mampu menguasai emosi, seringkali orang menganggap remeh
pada masalah ini. Padahal, kecerdasan otak saja tidak cukup
menghantarkan seseorang mencapai kesuksesan. Justru,
pengendalian emosi yang baik menjadi faktor penting penentu
kesuksesan hidup seseorang.

Kecerdasan emosi adalah sebuah gambaran mental dari
seseorang yang cerdas dalam menganalisa, merencanakan dan
menyelesaikan masalah, mulai dari yang ringan hingga
kompleks. Dengan kecerdasan ini, seseorang bisa memahami,
mengenal, dan memilih kualitas mereka sebagai insan manusia.

Orang yang memiliki kecerdasan emosi bisa memahami orang
lain dengan baik dan membuat keputusan dengan bijak. Lebih
dari itu, kecerdasan ini terkait erat dengan bagaimana
seseorang dapat mengaplikasikan apa yang ia pelajari
tentang kebahagiaan, mencintai dan berinteraksi dengan
sesamanya.

Ia pun tahu tujuan hidupnya, dan akan bertanggung jawab
dalam segala hal yang terjadi dalam hidupnya, sebagai bukti
tingginya kecerdasan emosi yang dimilikinya.

Kecerdasan emosi lebih terfokus pada pencapaian kesuksesan
hidup yang *tidak tampak*. Kesuksesan bisa tercapai ketika
seseorang bisa membuat kesepakatan dengan melibatkan emosi,
perasaan dan interaksi dengan sesamanya. Terbukti, pencapaian
kesuksesan secara materi tidak menjamin kepuasan hati
seseorang.

Di tahun 1990, Kecerdasan Emosi (yang juga dikenal dengan
sebutan "EQ"), dikenalkan melalui pasar dunia. Dinyatakan
bahwa kemampuan seseorang untuk mengatasi dan menggunakan
emosi secara tepat dalam setiap bentuk interaksi lebih
dibutuhkan daripada kecerdasan otak (IQ) seseorang.

Sekarang, mari kita lihat, bagaimana emosi bisa mengubah
segala keterbatasan menjadi hal yang luar biasa....

Seorang miliuner kaya di Amerika Serikat, Donald Trump,
adalah contoh apik dalam hal ini. Di tahun 1980 hingga
1990, Trump dikenal sebagai pengusaha real estate yang
cukup sukses, dengan kekayaan pribadi yang diperkirakan
sebesar satu miliar US dollar.

Dua buku berhasil ditulis pada puncak karirnya, yaitu "The
Art of The Deal dan Surviving at the Top"
. Namun jalan yang
dilalui Trump tidak selalu mulus...

Anda ingat depresi yang melanda dunia di akhir
tahun 1990? Pada saat itu harga saham properti pun ikut
anjlok dengan drastis. Hingga dalam waktu semalam,
kehidupan Trump menjadi sangat berkebalikan.

Trump yang sangat tergantung pada bisnis propertinya ini
harus menanggung hutang sebesar 900 juta US Dollar! Bahkan
Bank Dunia sudah memprediksi kebangkrutannya. Beberapa
temannya yang mengalami nasib serupa berpikir bahwa inilah
akhir kehidupan mereka, hingga benar-benar mengakhiri
hidupnya dengan cara bunuh diri.

Di sini kecerdasan emosi Trump benar-benar diuji. Bagaimana
tidak, ketika ia mengharap simpati dari mantan istrinya, ia
justru diminta memberikan semua harta yang tersisa sebagai
ganti rugi perceraian mereka. Orang-orang yang dianggap
sebagai teman dekatnya pun pergi meninggalkannya begitu
saja. Alasan yang sangat mendukung bagi Trump untuk putus
asa dan menyerah pada hidup. Namun itu tidak dilakukannya.

Trump justru memandang bahwa ini kesempatan untuk bekerja
dan mengubah keadaan. Meski secara finansial ia telah
kehilangan segalanya, namun ada "intangible asset" yang tetap
dimilikinya. Ya, Trump memiliki pengalaman dan pemahaman
bisnis yang kuat, yang jauh lebih berharga dari semua
hartanya yang pernah ada!

Apa yang terjadi selanjutnya?

Fantastis, enam bulan kemudian Trump sudah berhasil membuat
kesepakatan terbesar dalam sejarah bisnisnya. Tiga tahun
berikutnya, Trump mampu mendapat keuntungan sebesar US$3
Milliar. Ia pun berhasil menulis kembali buku terbarunya
yang diberi judul "The Art of The Comeback".

Dalam bukunya ini Trump bercerita bagaimana kebangkrutan
yang menimpanya justru menjadikannya lebih bijaksana, kuat
dan fokus daripada sebelumnya. Bahkan ia berpikir, jika
saja musibah itu tidak terjadi, maka ia tidak akan pernah
tahu teman sejatinya dan tidak akan menjadikannya lebih
kaya dari yang sebelumnya. Luar biasa bukan? :-)

Kecerdasan Emosi memberikan seseorang keteguhan untuk
bangkit dari kegagalan, juga mendatangkan kekuatan pada
seseorang untuk berani menghadapi ketakutan.

Tidak sama halnya seperti kecerdasan otak atau IQ, kecerdasan
emosi hadir pada setiap orang dan bisa dikembangkan.

Berikut beberapa tips bagaimana cara mengasah kecerdasan
emosi:

1. Selalu hidup dengan keberanian.

Latihan dan berani mencoba hal-hal baru akan memberikan
beragam pengalaman dan membuka pikiran dengan berbagai
kemungkinan lain dalam hidup.

2. Selalu bertanggung jawab dalam segala hal.

Ini akan menjadi jalan untuk bisa mendapatkan kepercayaan
orang lain dan mengendalikan kita untuk tidak mudah
menyerah. "being accountable is being dependable"

3. Berani keluar dari zona nyaman.

Mencoba keluar dari zona nyaman akan membuat kita bisa
mengeksplorasi banyak hal.

4. Mengenali rasa takut dan mencoba untuk menghadapinya.

Melakukan hal ini akan membangun rasa percaya diri dan
dapat menjadi jaminan bahwa segala sesuatu pasti ada
solusinya.

5. Bersikap rendah hati.

Mau mengakui kesalahan dalam hidup justru dapat
meningkatkan harga diri kita.

So, kuasailah kecerdasan emosi Anda!

Karena mengendalikan emosi merupakan salah satu
faktor penting yang bisa mengendalikan Anda menuju
sukses dan juga menikmati warna-warni kehidupan. :-)

Sunday, November 8, 2009

Putuskan Benang itu!

Oleh: Anne Ahira

"Seutas benang itu sesungguhnya hanya
ada dalam pikiran Anda!"

Ada kisah nyata tentang seekor gajah.
Sejak kecil ia sudah dirantai kakinya
dengan seutas rantai sepanjang 4 meter.

Apa yang terjadi ketika rantai itu
diganti dengan seutas benang?

Gajah itu tetap saja berkeliling & tidak
berani melangkah keluar dari area
lingkaran 4 meter tersebut!

Dari kisah ini, pelajaran apa yang
bisa kita ambil?

Bisa jadi, kita pun memiliki
'keterbelengguan' dengan seutas tali
yang mengikat diri kita!

Kita tidak berani keluar dari zona yang
dianggap nyaman. Meski sesungguhnya,
kita bisa melakukan banyak hal hebat
dari perkiraan kita!

Mari kita jujur pada diri sendiri,
berapa banyak kesempatan yg sebenarnya
hadir, melintas di depan kita, namun
kita tidak mempedulikannya?

kita mungkin menganggap peluang itu
'terlalu tinggi' untuk kita, dan
merasa tidak pantas berada disana.

Atau mungkin kita malah merasa tidak
mampu untuk melakukan hal itu padahal
sama sekali belum pernah mencobanya?

Kita semua tahu, segala hal yang
menurut kita 'begitu hebat', seringkali
tidak selalu seperti yang kita
bayangkan.

Atau hal yang kita anggap sulit,
kadang sebenarnya sangat gampang!

Ada dua kunci dalam hal ini :

1. Kita akan bisa jika Kita berpikir bisa
2. Kita akan gagal jika Kita berpikir gagal

So, jangan menyalahkan siapapun jika
kesuksesan belum menghampiri diri kita.
Sebab, faktor utamanya terletak pada
diri kita sendiri.

Oleh sebab itu, perhatikan dengan
seksama, dan tanya pada diri sendiri,
adakah seutas benang yang telah
membelenggu diri kita selama ini?

Jika ya, maka segeralah untuk putuskan
benang itu!

Cobalah bergerak maju dari lingkaran
yang selama ini kita buat dan telah
membelenggu diri kita sendiri!

Peluang itu sebenarnya selalu hadir
kapan saja. Namun, karena kita selalu
saja menutup mata, telinga, dan pikiran
kita, maka peluang itu akan terlewat
begitu saja!

Jika kita masih saja ragu untuk
melangkah, cobalah untuk melatihnya
sedikit demi sedikit. Dan jika kita
sudah yakin, maka segeralah berlari
cepat, keluar dari keterbelengguan
kita.

Jika sudah seperti ini, maka siapa lagi
yang diuntungkan, jika bukan kita
sendiri? :-)

Saturday, October 31, 2009

Bekal Sukses Itu "PD"

By: Anne Ahira

Masalah krisis kepercayaan diri (krisis PD) seringkali menjadi salah satu masalah klasik yang dialami oleh sebagian orang.

Meski kelihatannya sederhana, namun jika dibiarkan berlama-lama, krisis PD bisa jadi bumerang tersendiri. Salah satunya, potensi yang ada dalam diri kita akan terhambat.

Sekarang mari kita ulas sejauh mana pengaruh kepercayaan diri bisa mempengaruhi keberhasilan seseorang.

Saat menghadiri seminar atau sebuah pertemuan misalnya, banyak di antara kita yang lebih nyaman memilih tempat duduk di belakang ketimbang di depan.

Alasannya kadang sederhana.. "takut ditanya sama si pembicara".

Namun saat seminar sudah dimulai, yang duduk paling belakang seringkali jadi tidak begitu kelihatan atau terdengar dengan baik apa yang dibicarakan oleh si pembicara karena terhalang oleh mereka yang duduk di depan!

Atau saat kita masih berstatus pelajar, apakah kita termasuk yang malu-malu untuk angkat tangan dan memberikan jawaban yang sebenarnya kita tahu atas pertanyaan yang ditanyakan guru kita?

Sekarang, mari kita cari tahu apa saja yang menyebabkan orang suka minder atau kurang PD! Berikut beberapa alasannya:

1. Sering berpikir yang 'tidak-tidak' tentang diri mereka!

"Coba kalau aku tinggi, aku mau dong jadi model terkenal seperti Luna Maya!
...Tapi sayang, aku nih pendek & item, gigiku gondrong lagi!!"
** kasihan amet... hehe

Jangan pernah memandang sebelah mata terhadap diri kita. Semua yg kita miliki adalah anugerah Tuhan yang pasti ada manfaatnya.

2. "Takut Salah" bisa membuat kita tidak maju.

Jika kita selalu takut salah dalam melakukan sesuatu, maka pastinya kita tidak akan pernah bisa berhasil.

Janganlah Fiatin takut salah! Karena kesalahan sebenarnya adalah langkah awal menuju keberhasilan.

Tokoh-tokoh besar dunia yang penemuannya sekarang kita nikmati, dulunya mereka banyak melakukan kesalahan. Namun, mereka terus dan terus mencoba untuk memperbaiki
kesalahannya hingga tercipta sebuah penemuan yang besar, seperti lampu pijar, pesawat terbang.

Dan masih banyak lagi yang lain!
Oleh sebab itu, jangan pernah takut salah!

3. Jika kita bergaul dengan pengecut, otomatis kita juga akan jadi pengecut

Pergaulan bisa mempengaruhi kepribadian kita. Jika kita berada di lingkungan yang mayoritas tidak punya rasa PD tinggi, maka jangan harap kita bisa PD.

Yakinlah, sedikit banyak, PD kita sangat dipengaruhi oleh lingkungan dimana kita berada. Oleh sebab itu, pandai-pandailah mencari teman atau pergaulan yang memiliki kepercayaan tinggi.

Pernah mendengar istilah "Jika ingin kaya, bergaulah dengan orang-orang kaya"?
Maksudnya, bukan berarti kalau kita tidak punya uang bisa bersandar pada mereka dan pinjam uang! :-) Tapi tujuan kita adalah bisa menyerap 'caraberpikir' mereka yang bisa membuat
mereka menjadi kaya!

4. Tidak perlu terpengaruh pendapat orang lain

Kita seringkali terpengaruh dengan pendapat orang lain. Sayangnya, tidak semua pendapat itu benar. Pendapat atau masukan dari luar boleh saja kita tampung. Tugas kita adalah mengolahnya*, sekaligus untuk evaluasi diri.

Jika ada pendapat yang justru membuat kita menjadi mundur dan tidak berhasil, maka kita perlu menolaknya, tanpa perlu terpengaruh oleh pendapat itu.

Singkat kata, hilangkan jauh-jauh rasa minder dalam diri kita. Kita tidak perlu resah dengan kekurangan yang ada. Jika ada melakukan kesalahan, tinggal perbaiki kesalahan yang kita buat, dan jadikan kesalahan itu sebagai pengalaman.
The last but not least...
Selalu perkaya diri dengan ilmu
.
Karena dengan memiliki banyak ilmu, otomatis kekurangan kita dalam hal lain bisa tertutupi oleh kelebihan lain yang kita miliki!

Begitu banyak orang yang tidak menyadari 'sleeping giant' dalamdirinya. Potensi dahsyat dan besar yang acapkali diabaikan oleh alam pikirannya sendiri, yaitu perasaan minder!

So, percaya dirilah! Agar semua potensi dahsyat yang Anda miliki *keluar* dan tidak lagi terhambat! :-)

We are the King

Kita adalah RAJA dari pikiran kita sendiri.

Oleh sebab itu usahakanlah selalu berprasangka positif, dan hindari pikiran negatif.

Sebagai 'raja' yang baik, kita harus mampu untuk slalu memilih respon positif, meski di tengah
lingkungan paling buruk sekalipun!


Jangan pernah berkata atau merasa 'aku gak layak..'
Bercita-citalah yang besar... berpikirlah maju!

Kita tidak diciptakan untuk menjadi kalah,
tapi diciptakan untuk memberikan kemenangan!
:-)

Friday, October 23, 2009

Saat Kenyataan Tak Sesuai Impian

Oleh: Anne Ahira

Banyak orang yang merasa frustasi
karena kenyataan mereka tidak sesuai
dengan impian.

Sebagai contoh, ada seorang anak yang
ingin kuliah di Universitas A, tapi
nyatanya biaya tidak mencukupi.

Atau, mereka yg merantau ke kota besar,
bermimpi ingin mendapatkan pekerjaan
berkelas nasional bahkan internasional,
tapi nyatanya yang didapatkan hanyalah
pekerjaan biasa-biasa saja & apa adanya.

Ada juga seorang pengusaha, yg mungkin
mengharapkan kenaikan profit 10 kali,
malah mengalami kebangkrutan.

Apa yang kita harapkan, kadang memang
tidak sesuai dengan kenyataan. Lalu apa
yang harus kita lakukan?

Berikut adalah 3 langkah atau tips yang
bisa kita lakukan saat mimpi tidak
sesuai dengan kenyataan:

1. Bertindaklah selalu secara fleksibel
dan dinamis

Jika kita betul-betul ingin menggapai
kesuksesan, maka diperlukan *kesiapan*
untuk bisa bertindak secara fleksible
dan dinamis terhadap setiap perubahan
yang terjadi.

Sekarang, saya akan buat sebuah analogi
sederhana...

Saat ada badai atau angin topan yang
besar, tidak jarang kita melihat pohon
yang memiliki batang yang sangat besar
tumbang! Apa sebab?

Sebab mereka tidak kuat menahan beban
yang diterima.

Namun coba tengoklah bambu! Karena
batangnya yang lentur, maka bambu bisa
fleksibel bergerak ke segala arah, dan
jarang tumbang!

Nah, begitu pun dengan kita! Jika kita
bertindak dan berpikir dinamis dan juga
fleksibel, maka kita akan lebih tahan
dalam menghadapi tantangan dan
perubahan serta masalah yang datang.

2. Berpikirlah bahwa INILAH yang terbaik
untuk kita!

Saat kenyataan tidak sesuai dengan
impian, percayalah bahwa inilah yang
terbaik untuk kita. Kita tidak pernah
tahu skenario yang telah ditetapkan-Nya.

Karena, segala sesuatu yang menurut
logika kita baik, bisa jadi justru
sebaliknya di mata Tuhan!

Berpikirlah selalu positif atas apapun
yang terjadi pada diri kita. Jangan
biarkan satu kegagalan membuat kita
kecewa, apalagi sampai frustasi dan
berlarut-larut.

Anda tahu apa yang saya lakukan jika
ada satu mimpi atau keinginan saya
tidak kesampaian? Saya biasa mengatakan:

"Sudahlah Ahira, kamu tdk perlu kecewa,
don't ask me why, it is GOOD for you!
Sekarang kamu dengarkan baik-baik, Tuhan
akan menggantinya dengan YANG LEBIH BAIK!
Tuhan tau kamu orang yg baik & bijaksana.
Hidupmu penuh dengan kelimpahan, dan kamu
memang dilahirkan utk slalu jadi pemenang!"

Saya biasa mengatakannya di depan cermin
dengan penuh keyakinan, tentunya saat
saya sendirian! hehe... It works for me! :-)

Apa yang saya lakukan di atas itu
adalah 'afirmasi'.

Afirmasi adalah kata-kata positif yang
diucapkan berulang-ulang & diyakini untuk
membentuk citra postif untuk mengurangi
sikap-sikap negatif dalam diri kita.

Kata-kata afirmasi ini bisa kita buat/
rancang sendiri, dan lalu bisa diucapkan
secara verbal atau dalam hati. Menurut ahli
Hynotherapy, afirmasi itu akan 'terekam'
oleh alam bawah sadar kita.

Dan jika terus-menerus diucapkan & dengan
penuh keyakinan, maka kita SEDANG atau
AKAN menjadi seperti itu adanya, yang
kita ucapkan! Dengan kata lain, afirmasi
itu sama seperti DO'A.

Okay, sekarang selanjutnya! :-)

Meski saat ini apa yang kita harapkan
belum sesuai dengan impian, namun kita
harus....

3. Tetap Siapkan MENTAL PEMENANG!

Saat kita mengalami kegagalan, lebih
baik instropeksi diri daripada
menyalahkan takdir. Siapa tahu, kita
memang belum siap jadi pemenang! :-)

Bisa jadi kesuksesan hanya akan membuat
kita menjadi sombong, dan karena saking
sayangnya Tuhan kepada kita, Ia tidak
mau hamba-Nya berbuat dosa. :-)

Setiap kemenangan itu lebih baik
dirintis dari setiap peluh kita! Akan
lebih baik jika kemenangan itu kita
dapatkan setahap demi setahap.

Banyak orang sukses, tapi kemudian
mereka terjatuh. Ada yang bangkit lagi,
ada yang tidak. Liku hidup setiap
manusia memang tidak sama.

Tapi ingat, kesempatan untuk menang
itu selalu terbuka bagi siapa saja,
tanpa terkecuali!

Rejeki dan kemenangan itu sungguh tidak
terkira banyaknya dari Tuhan, masih
banyak yang menggantung di langit! :-)

Sekarang tinggal bagaimana cara Anda!
Apakah mau meraihnya? atau mengharapkan
turun dengan sendirinya?

Saya sarankan, jangan pernah memilih
yang kedua :-)

Kita semua tahu bahwa yang namanya
kemenangan itu seringkali dimiliki oleh
mereka yang... tdk pernah berhenti berusaha!
The last but not least...
Terkadang Tuhan menutup pintu yang satu,
untuk membuka pintu yang lain...

Sunday, October 18, 2009

Dimana Tempat Terbaik Kita?

Oleh: Anne Ahira

Dimanapun kita berada, maka disitulah
tempat terbaik kita..!

Seringkali kita merasa terkungkung
dengan lingkungan dimana kita berada.

Tidak jarang orang berpikir dan merasa
bahwa tidak mungkin bagi mereka untuk
bisa meraih sukses.

Misalnya mereka yang hidup di daerah
terpencil, merasa susah, dan jauh untuk
mendapat sentuhan teknologi, atau
menerima informasi terbaru dengan cepat.

Hingga berpikir, begitu susahnya
berjuang dan mengembangkan usaha.

Sebaliknya, mereka yang hidup di kota
besar berpikir betapa sesaknya dunia.
Begitu ketatnya tingkat persaingan
hidup.

Dimana pun berada, saling sikut, saling
senggol, saling tendang. Hingga akhirnya
memutuskan, memang susah untuk menjadi
yang terdepan.

Dalam berjuang segala sesuatunya memang
seringkali tidak sesuai keinginan kita.
Bisa jadi kita merasa lingkungan tidak
lagi ramah, dan kondisinya tidak nyaman.

Padahal sesungguhnya, dimanapun kita
berada, pahami bahwa ITULAH tempat
terbaik kita. Tempat dimana kita hidup,
tempat di mana kita memperjuangkan apapun
yang kita inginkan.

Sekarang, mari kita renungkan sejenak...

1. Jika kita selalu saja berpikir bahwa
tempat lain adalah lebih baik, maka
sampai kapan kita akan mulai berjuang?

2. Jika kita selalu saja menunggu
datangnya kesempatan emas di tempat
lain, berapa banyak waktu yang
terbuang, hanya sekadar untuk
menunggunya?

3. Jika kita selalu saja menunda apapun
yang bisa kita lakukan di tempat kita
berada sekarang, maka berapa banyak
kesempatan yang terbuang percuma?

Dan masih banyak lagi hal yang perlu
kita renungkan..!

Karenanya, jika saja kita mau berpikir
bahwa inilah tempat terbaik kita, maka
kita akan memiliki kesadaran dan kemampuan
untuk membuat segala sesuatunya menjadi
lebih baik, lebih bernilai, dan penuh arti!

Kita semua memiliki kesempatan emas untuk
menjadi besar & benar dimana saja... asal,
kita mau memperjuangkannya!

Tuesday, October 13, 2009

Para Penulis bilang....

“Saya suka menulis waktu saya merasa kesal; itu seperti bersin yang melegakan.”
[D.H. Lawrence]

“Menulislah dengan bebas dan secepat mungkin, dan tuangkan semuanya ke atas kertas. Jangan melakukan koreksi atau menulis ulang sebelum semuanya habis Anda tuliskan.” [John Steinbeck]

“Kita tidak menulis untuk dipahami; tetapi untuk memahami.”
[C. Day Lewis]

“Di mana pun saya menemukan tempat untuk duduk dan menulis, di situlah rumah saya.” [Mary TallMountain]

“Deskripsi (penggambaran) harus menyelusup ke dalam cerita bagaikan seekor ular merayap di rerumputan, diam-diam, hampir ak terlihat, tanpa menarik perhatian.” [Marion Dane Bauer]

“Kata yang tepat mungkin efektif, tetapi tidak ada kata yang sama efektifnya seperti jeda yang tepat waktu.”
[Mark Twain]

“Kadang-kadang, kata yang paling sederhana adalah yang paling indah. Dan paling efektif.”
[Robert Cormier]

“Jangan pernah ragu meniru penulis lain. Setiap seniman yang tengah mengasah keterampilannya membutuhkan model. Pada akhirnya, Anda akan menemukan gaya sendiri dan menanggalkan kulit penulis yang Anda tiru.”
[William Zinsser]

“Yang menyebabkan kalimat pertama begitu sulit adalah karena Anda terpaku padanya. Semua yang lain akan mengalir dari kalimat itu.”
[Joan Didion]

“Menulis kalimat pembuka suatu cerita hampir mirip dengan mulai berski di bagian bukit yang paling terjal. Anda harus mengendalikan semua keahlian sejak awal.”
[Marion Dane Bauer]

“Walaupun banyak hal terlalu ganjil untuk dipercaya, tiada hal yang terlalu ganjil untuk terjadi.”
[Thomas Hardy]

“Saya pikir, hal terbaik menjadi seorang penulis adalah kita dapat mereka-reka segala sesuatu sekaligus mengatakan kebenaran pada saat yang sama.”
[Kyoko Mori]

“Memiliki imajinasi saja tidaklah cukup. Anda harus dapat benar-benar masuk menembus ke dalamnya, merasai seluruh isinya.”
[Stephen King]

“Gagasan seorang penulis adalah hal-hal yang menjadi kepeduliannya.”
[John Gardner]

‘Dan karena saya tidak menemukan hal lain untuk ditulis, saya menyediakan diri sendiri sebagai subjek.”
[Montaigne]

“Ruang menulis saya selalu penuh dengan skema garis besar dan bagan cerita (story-board) bab terbaru.”
[Janet E. Grant]

“Sebuah karya akan memicu inspirasi. Teruslah berkarya. Jika Anda berhasil, teruslah berkarya. Jika Anda gagal, teruslah berkarya. Jika Anda tertarik, teruslah berkarya. Jika Anda bosan, teruslah berkarya.”
[Michael Crichton]

“Menulis adalah menulis adalah menulis adalah menulis adalah menulis adalah menulis adalah menulis…”
[Gertrude Stein]

Wednesday, September 2, 2009

Beda Mata dengan Telinga

Judul di atas simple, beda mata dengan telinga. Ya, siapa yang gak tau? Maksud saya adalah beda type komunikasi orang. Ada orang yang komunikasinya dominan dengan telinga, ada yang dengan mata (main mata gitu loch..hehe..main telinga gak ada:-))

Nah, kalau ada type kepribadian, ini saya bahas type komunikasi manusia :

- Type penglihatan

- Type pendengaran

- Type perasaan

Kalau mungkin selama ini, ada ngobrol yang gak nyambung antara Anda dengan orang lain, mungkin karena "bahasa" belum nyambung. alias typenya gak konek.

Seorang type penglihatan akan dominan di mata, kosa katanya pun dominan di jenis yang mengandalkan penglihatan, seperti : "Yang saya liat" "Saya baca di koran" "Saya liat di televisi" Orang jenis ini penampilannya pun biasanya keren, karena memang mengutamakan penglihatan. Pakaian rapi, rumahnya tertata rapi.Intonasi bicaranya cepat.

Type pendengaran, mengandalkan telinganya. Kata-kata :"Saya dengar di radio", "saya dengar di koran" "Saya dengar di televisi (ini saking dominan, di televisi pun dengar, jadi gak ditonton, hehe", "Saya dengar dari teman". Intonasi bicaranya berirama.

Type perasaan, adalah dominan di perasaan. Kata-katanya "Menurut perasaan saya" "Saya rasa". Cara berpakaian biasanya sederhana, yang penting nyaman di badan. type ini suka memegang, wah...pegang apa nih...Maksudnya, ketika ia membeli sebuah produk, ia pun ingin memegangnya, menciumnya apabila bisa (mencium durian,misalnya :-)). Beda dengan type penglihatan, ia melihat dan memegang cuma sebentar.

Nah, di atas penjelasan singkat saja.Pria umumnya type penglihatan, dan wanita type perasaan (makanya wanita suka dibelai :-) dan sebaliknya, pria suka membelai akan disukai wanita).

Ini "ilmu" yang penting sekali.

Bagaimana cara membangun sebuah team impian untuk bisnis anda ataupun kerja anda?

Fokus itu PENTING!

Kita akan belajar tentang F yang satu ini. F apakah itu?

Sinar matahari mempunyai energi yang besar sekali, namun tidak membakar kertas. Namun ketika sinar ini difokuskan dengan kaca pembesar/lensa, maka sinar ini akan bisa membakar benda yang difokuskan oleh sinar ini. Nah, inilah F nya, yaitu Fokus.

Dalam merintis perjalanan menuju sukses, saya diajarkan untuk fokus pada prosesnya. Jadi selama prosesnya benar, maka hasilnya pun pasti benar. Dalam perjalanan, akan ada tantangan, hambatan, penolakan, namun kalau Anda tetap fokus pada prosesnya menuju hasil, maka Anda pasti bisa mencapai hasilnya nanti.

Tentang F ini pun sering kali kita alami sewaktu kita online. Ada begitu banyak informasi yang bisa kita peroleh dengan mudah. Saya sendiri pernah mengalami hal tidak fokus, saya mencari info-info yang kadang tidak begitu saya butuhkan. Kita sekarang bukan lagi di zaman kekurangan informasi, namun di zaman yang kelebihan informasi, jadi kita sendirilah yang menyeleksi informasi yang masuk ke prosesor pikiran kita. Jadi fokus ini penting sekali.

So, marilah fokus pada apa yang sudah Anda impikan seperti di awal program ini.

Belajar Komitmen

Kita akan belajar tentang Komitmen. Orang Sukses dan Orang Gagal sama-sama mempunyai komitmen. Orang gagal berkomitmen pada kegagalan dia terdahulu, Orang Sukses berkomitmen untuk maju lebih baik daripada sekarang. Saya ingin mengajak Anda untuk berkomitmen buat kesuksesan Anda pribadi. Orang-orang Sukses mempunyai komitmen untuk menghindari yang namanya BEJ. BEJ di sini bukan Bursa Efek Jakarta Loh, tapi BEJ yang lain, yaitu :

B = Blame

E= Excuse

J = Justify

B = Blame, menyalahkan orang lain, pihak lain. Misal ketika mengalami kegagalan atau kemacetan, mulai menyalahkan orang lain.

E = Excuse, Mempunyai alasan. Misal saya sudah terlalu tua, saya tidak pintar, saya tidak punya modal, dll.

J = Justify, membenarkan orang lain, menyalahkan diri sendiri.misal : Wajar si A bisa sukses bisnis, dia kan keturunan sipit. (hehe, ini contoh excuse terhadap diri sendiri).

Jadi orang sukses menghindari alias tidak melakukan BEJ.

Sukses untuk Kita Bersama :)